BOGOR – Kuliner khas Makassar kini semakin mudah dijumpai di Kota Bogor. Jumat (6/9/2025), gerai perdana Mamma Coto Pink resmi dibuka di Jalan Achmad Adnawijaya No.4A, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, dengan menghadirkan cita rasa autentik namun adaptif bagi lidah masyarakat luas.
Mengusung jargon “Bukan Santan! Bukan Susu!”, Mamma Coto Pink hadir menjawab keresahan pecinta coto yang kerap menghindari hidangan ini karena kandungan santan atau susu. CEO Mamma Coto Pink, Bagus Pasta, menegaskan kuah coto racikan mereka dibuat dari rempah-rempah nusantara yang dimasak selama 12 jam. Hasilnya, tercipta cita rasa khas yang kaya, otentik, sekaligus lebih ramah bagi konsumen.
“Tak seperti coto pada umumnya, kami menghadirkan kuah tanpa santan dan tanpa susu. Sambalnya pun tidak memakai tauco. Semua disesuaikan agar bisa diterima lidah masyarakat Bogor, dan Indonesia secara umum,” ujar Bagus.

Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan menu, mulai dari coto lidah, coto daging, coto lidah + daging, hingga coto campur, yang bisa disajikan dengan buras ataupun nasi. Untuk melengkapi santapan, tersedia es pisang ijo dengan cita rasa segar khas Makassar, yang disajikan spesial setiap akhir pekan.
Dari sisi harga, Mamma Coto Pink menawarkan porsi coto seharga Rp32.000, relatif lebih terjangkau dibanding rata-rata harga coto Makassar di pasaran yang bisa mencapai Rp45.000.

Grand opening yang digelar meriah turut diisi dengan tasyakuran bersama anak yatim dan warga sekitar, sholat Jumat berjamaah, hingga hiburan musik dari Angga Candra serta penampilan spesial Bubun, aktor serial Preman Pensiun. Mamma Coto Pink juga membagikan 50 porsi coto gratis bagi pengunjung pertama.
Warung perdana ini menjadi langkah awal Mamma Coto Pink dalam menapaki ekspansi bisnis kuliner. Bagus menargetkan pembukaan 100 cabang di seluruh Indonesia, dimulai dari penambahan 4 hingga 5 cabang baru di Bogor dalam tahun ini, disusul ekspansi ke Bandung dan Depok.
“Kami ingin kuliner daerah seperti coto bisa dinikmati secara nasional. Melalui brand ini, kami berusaha menusantarakan coto Makassar, sekaligus menghadirkan konsep berbeda dengan identitas warna pink yang menjadi simbol keberanian dan empati,” pungkas Bagus.





















Discussion about this post