BOGOR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memastikan pasokan air bersih kepada para pelanggan tetap aman dan maksimal.

Untuk memastikan hal itu, seluruh jajaran direksi melakukan rapat koordinasi internal, membahas kesiapan teknis untuk menjamin pasokan air bersih tetap maksimal.
Meskipun jadwal loket pelayanan mengalami penyesuaian selama Ramadhan, namun petugas teknik tetap siaga 24 jam jika terjadi gangguan pengaliran.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menegaskan, pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen memberikan pelayanan yang responsif meskipun dalam keadaan berpuasa. Mulai dari loket pelayanan sebagai front-liner hingga, Tim Reaksi Cepat penanganan gangguan pengaliran.
“Pelayanan loket pembayaran Perumda Air Minum Tirta Kahuripan buka dari jam 08.00 – 12.00 WIB bagi pelanggan yang ingin membayar secara langsung. Sedangkan pelayanan pengaduan buka dari jam 08.00 – 13.30 WIB. Layanan di luar jam tersebut tidak usah khawatir karena bisa melalui aplikasi MyKahuripan yang lebih mudah dan lebih cepat,” ujar Abdul Somad.
Abdul Somad juga mengatakan, wilayah Kabupaten Bogor masih berstatus siaga cuaca ekstrem hingga bulan Maret 2026. Oleh karena itu, potensi gangguan pengaliran akibat putusnya pipa akibat longsor, banjir bandang yang merendam instalasi pengolahan air, tingkat kekeruhan air sungai tinggi diambang batas hingga limbah dan sampah yang terbawa arus banjir menjadi isu yang sering kali menyulitkan petugas instalasi.
Untuk diketahui, jelas Abdul Somad, produksi air bersih di instalasi pengolahan air sangat tergantung pada kondisi sungai sebagai air baku.

“Setiap perubahan kualitas maupun kuantitas air sungai secara langsung mempengaruhi proses produksi. Contohnya jika kekeruhan dan debit air baku melampaui ambang batas desain instalasi maka proses pengolahan membutuhkan dosis bahan kimia lebih tinggi dan waktu pengendapan lebih lama,” ungkap mantan jurnalis itu.
Bahkan dalam kondisi ekstrem, lanjutnya, terpaksa menurunkan kapasitas produksi untuk menjaga mutu air sesuai standar kesehatan.
“Oleh sebab itu, kami mohon pengertiannya jika terjadi gangguan pengaliran yang disebabkan oleh alam seperti longsor yang merusak jaringan pipa maupun air baku sungai yang tidak bisa diolah. Dan kamipun mengajak kesadaran pelanggan untuk membiasakan menampung air di torent maupun bak penampungan sebagai cadangan air bersih sementara petugas teknis kami terus berusaha melakukan normalisasi pengaliran,” imbuhnya.
Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berharap dapat memberikan pelayanan air bersih yang andal dan pelanggan dapat menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan dengan khusyuk. (bil/*)




















Discussion about this post