BOGOR – Penetapan harga eceran tertinggi (HET) baru beras yang ditetapkan oleh Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas), juga berdampak terhadap harga beras di Pasar Bogor. Harga beras mulai mengalami kenaikkan rata-rata Rp 1.000 per liternya.
Mugi (42) salah satu pedagang mengungkapkan harga beras rata-rata naik seribu rupiah per liter belakangan ini. “Harga beras naik tipis, rata-rata seribu,” ungkap Mugi.
Untuk beras kualitas sedang misalnya, jika pada hari sebelumnya dipatok dengan harga Rp 10.000 per liter, kini naik menjadi Rp 11.000 per liternya. Demikian juga untuk beras premium yang biasanya dipatok dengan harga rata-rata Rp 12.000 per liter kini naik menjadi Rp 13.000 per liter, bahkan untuk harga beras pera kini sudah bercokol di harga Rp 14.000-14.500 per liternya.
Sementara untuk beras murah yang biasa dipatok Rp 9.500 kini naik Rp 500 menjadi Rp 10.000. “Gak ada lagi beras yang sembilan setengah, sekarang paling murah Rp 10.000 per liter,” lanjut Mugi.
Selain mulai mengalami kenaikan, Mugi mengaku mulai sulit mendapatkan pasokan beras. Dirinya mengaku harus berburu ke sejumlah distributor untuk mendapatkan stok beras. “Pasokan mulai agak sedikit sulit. Harus nyari-nyari,” lanjutnya.
Hal serupa juga diungkap Septian (35) pedagang beras di Pasar Bogor, kenaikan harga berlangsung perlahan. Meski demikian Septian mengaku masih bisa mendapatkan stok beras. “Harga naik ya, tetapi untuk stok masih aman. Masih banyak,” ungkap Septian. (be-030)





















Discussion about this post