TAJURHALANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor terus menunjukkan komitmennya terhadap program ketahanan pangan melalui gerakan penanaman pohon dan tanaman pangan. Kali ini Kecamatan Tajur Halang menjadi wilayah untuk lokasi penanam pohon.
Pada kegiatan ini, PMI bersama Pemerintah Kecamatan Tajur Halang menanam sejumlah komoditas seperti jagung, pisang, singkong, dan talas di atas lahan kurang lebih 800 meter.
Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto, mengatakan bahwa program ini merupakan inisiatif PMI cluster 6 yang mencakup enam kecamatan, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait ketahanan pangan.
“Ini gerakan yang menjadi percontohan bagi PMI kecamatan lainnya untuk peningkatan ketahanan pangan. Kami dari PMI Kabupaten sangat mengapresiasi bahwa inisiatif ini muncul langsung dari wilayah kecamatan,” ujar Indra, Rabu (3/12/25).
Ia menambahkan, PMI Kabupaten Bogor akan terus mendorong pengembangan program ini dengan menjajaki alternatif lain seperti sektor perikanan dan peternakan, sesuai potensi masing-masing wilayah.
“Kami akan mendukung dan mengembangkan program ini sesuai kemampuan dan potensi daerah. Ke depan, kami harapkan lembaga pembiayaan dapat menyalurkan kredit KUR terhadap inisiatif ini agar memberikan dampak ekonomi yang nyata,” jelasnya.
Terlebih, Indra juga menyebut, bahwa saat ini lahan yang digunakan belum mencapai skala ekonomi dan lebih dulu ditujukan untuk kebutuhan internal pengurus PMI serta masyarakat sekitar.
Namun, ia optimistis bahwa ke depan, jika penyediaan lahan memadai, PMI akan menjembatani kemitraan dengan lembaga pembiayaan guna meningkatkan produktivitas dan nilai ekonominya.
“Saat ini masih tahap percontohan. Jika nantinya lahan cukup luas untuk skala ekonomi, kami akan bantu akses pembiayaan modal agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi PMI di kecamatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, kata Indra, pemanfaatan lahan tidur menjadi salah satu solusi realistis dalam mengembangkan program ini.
“Kita berharap lahan tidur, baik milik pemerintah daerah, swasta, ataupun pengembang yang datanya tersedia di tingkat kecamatan maupun desa, bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina PMI Kabupaten Bogor, Nurhayanti, menyambut baik langkah ini sebagai bentuk kemandirian organisasi.
“PMI tetap menjalankan tugas kemanusiaannya, namun program ini sangat baik untuk ditindaklanjuti. PMI menuju kemandirian, tidak lagi bergantung pada pemerintah daerah,” katanya.

















Discussion about this post