BOGOR – Kebakaran hebat melanda dua blok di komplek Pasar Induk TU Kemang, Kota Bogor, Senin (1/07/2024) sore. Sedikitnya 60 kios di dua blok ludes terbakar, dugaan sementara api berasal dari kompor salah satu pedagang.
Andre Rahmat (34) salah satu pedagang mengungkapkan api bermula dari selang tabung gas dari kedai kopi Ny Marni. Api yang diduga berasal dari bagian selang yang terbuka langsung menyambar terpal plastik dan membakar dua los Lapak C.16 dan C.17. “Api dari warung, langsung membesar ke bagian lain,” ungkap Andre.

Kebakaran sempat menimbulkan kepanikan di komplek pasar yang merupakan pusat distribusi pasokan sayur mayur di wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Depok tersebut.
Sementara itu sekitar 8 unit pemadam. Kebakaran dari sektor Yasmin Kota Bogor langsung diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Namun petugas sempat mengalami kesulitan karena kesulitan mencari pasokan air.

Komandan Sektor Damkar Yasmin, Muhammad Roy mengungkapkan pihaknya harus mencari pasokan air ke luar komplek pasar karena tidak ada fasilitas hidrant. “Kita sulit mencari pasokan air, disini tidak ada hidrant jadi harus ambil keluar,” ungkap Roy.
Kobaran api bisa ditundukan petugas sekitar pukul 16:30 WIB. “Kita masih terus melakukan pendinginan, kita amankan yang tidak terbakar juga,” lanjutnya.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun diperkirakan akan mempengaruhi pasokan sayuran ke sejumlah pasar di wilayah Kota Bogor hingga Depok, karena pasar TU Kemang merupakan pusat distribusi sayuran untuk seluruh wilayah Bogor hingga Jakarta Timur.
Selain itu kebakaran di pasar induk kedua setelah Pasar Induk Kramajati tersebut, diperkirakan akan berpengaruh terhadap pasokan sayur mayur di ratusan pasar di wilayah Bogor, Depok, Tangerang hingga Sukabumi.
Meski tidak menelan korban jiwa, namun kebakaran yang terjadi di pasar induk TU Kemang Kota Bogor ini membuat aktivitas perdagangan sempat mengalami gangguan, terutama untuk aktivitas bongkar muat dan distribusi sayur mayur di pasar tersebut.
Ratusan truk dan mobil bak terbuka yang mengangkut sayur-mayur dari berbagai kawasan tertahan berjam-jam untuk memasuki pasar induk terbesar kedua di Jabotabek ini. Ratusan truk ini tertahan di akses jalan masuk pasar hingga membentuk antrean panjang sekitar 2 kilometer di ruas Jalan Sholeh Iskandar.
Kevin (26) salah satu pengemudi angkutan sayur mayur mengaku sudah sekitar dua jam lebih tertahan tidak bisa masuk untuk bongkar muat pasokan sayuran. Kevin sendiri merupakan sopir angkutan sayuran yang membawa sekitar 5 ton mentimun ke pasar TU.
Sedianya, sayuran tersebut akan didistribusikan ke berbagai wilayah seperti Depok dan Bogor. “Kita sudah tertahan sekitar dua jam. Ini mau anter sayuran timun,” ungkap Kevin.

Kepala Pasar TU Kemang Iwan Arief mengungkapkan, kerugian akibat kebakaran tersebut hingga kini masih dihitung, kisarannya bisa melebihi Rp1 miliar.
Namun kerugian terbesar dari kebakaran ini adalah kemungkinan terganggunya pasokan sayur mayur di ratusan pasar di kawasan Bogor, Depok, Tangerang hingga Sukabumi dan Cianjur karena sebagian besar kebutuhan dipasok dari Pasar TU Kemang. “Kita khawatirkan pasokan ke pasar-pasar di Bogor, Depok dan Tangerang terganggu,” ungkap Iwan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut pihak pengelola pasar akan mengoptimalkan bagian pasar yang tidak terbakar untuk memperlancar distribusi komoditi sayuran. “Kita sedang usahakan agar bisa normal. Tadi sempat terganggu, tetapi sekarang mulai bisa jalan lagi,” tambah Iwan. (be-030)



















Discussion about this post