BOGOR — Untuk mempercepat respon penanganan darurat bencana alam, Pemerintah Kota Bogor bersama DPRD Kota Bogor menyalurkan bantuan 16 unit gergaji mesin (chainsaw) ke wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (13/8/2026).
Bantuan dialokasikan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dan aparatur wilayah dalam mengantisipasi potensi bencana seperti pohon tumbang serta tanah longsor secara cepat sebelum tim BPBD tiba di lokasi.
Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan bahwa Bogor Selatan merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Pengadaan alat penanggulangan bencana ini direalisasikan pada anggaran APBD 2026 melalui Pokok Pokok Pikiran (Pokkir) anggota DPRD Kota Bogor daerah pemilihan (Dapil) Bogor Selatan, Said Muhamad Mohan.
“Setidaknya pada saat bencana datang, masyarakat bisa lebih awal melakukan penanganan kedaruratan seperti pemangkasan pohon tumbang dan kemanfaatan lainnya. Sebelum tim, seperti Tagana maupun BPBD tiba, masyarakat melalui Kelurahan Tangguh Bencana sudah punya alat untuk melangkah,” ujar Jenal.
Anggota DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan, menegaskan bahwa inisiatif ini muncul karena kendala jarak tempuh markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor yang berada di Kecamatan Tanah Sareal terbilang jauh dari wilayah Bogor Selatan.
Dengan alokasi anggaran sekitar Rp180 juta dari APBD untuk 16 unit chainsaw, diharapkan seluruh kelurahan di Bogor Selatan memiliki respon mandiri saat terjadi darurat bencana seperti pohon tumbang atau tanah longsor.
“Tujuan kita, minimal ketika ada bencana, masyarakat melalui aparatur wilayah sudah siap melakukan evakuasi dan langkah cepat. Saat ini baru ada 4 Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) yang terbentuk. Ini menjadi PR bagi BPBD agar nantinya 16 kelurahan di Bogor Selatan seluruhnya memiliki struktur Katana,” tegas Mohan.
Terkait operasional dan perawatan alat, Mohan menambahkan bahwa pihak BPBD Kota Bogor terbuka untuk memberikan pendampingan teknis. Jika masyarakat mengalami kendala pengoperasian atau kerusakan alat, penanganan dapat dikonsultasikan langsung ke kantor BPBD.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyambut baik penyerahan bantuan alat ini. Menurutnya, penanggulangan bencana memerlukan tata kelola berbasis pentahelix yang melibatkan sinergi antara pemerintah eksekutif, legislatif, hingga unsur masyarakat.
“Tata kelola penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Penyerahan 16 chainsaw ini adalah bentuk kesiapsiagaan agar penanganan kedaruratan bisa dilakukan lebih masif dan aktif di tingkat kecamatan tanpa harus selalu menunggu BPBD tiba di lokasi,” pungkas Dimas. (Zulfi)






















Discussion about this post