BOGOR-Aksi penolakan yang dilakukan oleh tiga bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, yakni Heri Cahyono, Airlangga Pramada, dan Naufal Haadi, Senin lalu terkait pencalonan kembali Rusli Prihatevy sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor periode 2026–2031, ternyata hanya gertak sambal.
Pasalnya, ketiganya tidak jadi mendaftar tanpa alasan yang jelas, bahkan kembali memberi panggung kepada Rusli untuk kembali menjadi Ketua DPD Golkar secara aklamasi.
Sampai Kamis (30/7/2026) hari terakhir pendaftaran calon ketua DPD Golkar, hanya Rusli yang mendaftar dan mengembalikan formulir. Namun, Heri Cahyono dan Naufal Haadi tidak datang, hanya diwakilkan oleh Airlangga Pramada sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang juga datang mengantarkan Rusli bukan mendaftar.
Ketika dikonfirmasi melalui whatshap kepada Heri Cahyono yang merupakan Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor, yang paling keras menolak pencalonan Rusli, terkait alasan dirinya tidak datang mendaftar, ia tidak menjawab dan membalasnya.
Sementara itu, hingga penutupan masa pendaftaran bakal calon ketua, hanya satu nama yang resmi mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Rusli Prihatevy.
“Hanya satu bakal calon yang menyerahkan berkas hingga bataws waktu yang ditentukan. Hasil penjaringan ini akan kami laporkan secara resmi dalam forum Musda,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Eka Wardhana.
Setelah proses pengembalian formulir selesai, kata dia, panitia kini fokus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar besok, Jumat, 31 Juli 2026, di Hotel Braja Mustika, Jalan Dr. Semeru, Kota Bogor.
Sementara itu, bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, mengapresiasi kinerja Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang dinilai telah menjalankan seluruh tahapan sesuai aturan organisasi dan arahan DPD Partai Golkar Jawa Barat.
“Alhamdulillah proses tahapan yang dilakukan panitia, terutama SC dan OC, sudah berjalan dengan sangat baik sesuai instruksi DPD Provinsi Jawa Barat. Di Partai Golkar, setiap pergantian kepemimpinan lima tahunan memiliki aturan yang wajib ditempuh dan hari ini kami telah melalui seluruh proses sesuai mekanisme organisasi,” katanya.
Rusli menyebut pengembalian formulir pendaftaran mendapat dukungan dari berbagai unsur Partai Golkar, mulai dari pimpinan kecamatan hingga organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan partai.
“Alhamdulillah kami hadir bersama enam pimpinan kecamatan, para ketua dan sekretaris kecamatan, serta organisasi seperti KPPG, MPG, HWK, Himpunan Wanita Karya, MDI, Satkar Ulama, dan unsur pengurus DPD lainnya. Tujuan kami hanya satu, yaitu menjaga keutuhan, kebersamaan, dan kebesaran Partai Golkar Kota Bogor,” ujarnya.
Diketahui, tiga bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, yakni Heri Cahyono, Airlangga Pramada, dan Naufal Haadi, menyatakan kesepakatan untuk maju bersama dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bogor.
Dalam pertemuan yang digelar pada Senin (27/7/2026), ketiganya juga menyatakan sikap politik yang sama, yakni menolak pencalonan kembali Rusli Prihatevi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor periode 2026–2031.
Menurut mereka, sikap tersebut didasari oleh penilaian terhadap kondisi internal Partai Golkar Kota Bogor selama kepemimpinan Rusli Prihatevi. Mereka menilai partai membutuhkan perubahan, perbaikan tata kelola organisasi, serta regenerasi kepemimpinan. (Zulfi Kusuma)




















Discussion about this post