BOGOR – Politisi PAN Kota Bogor, Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah alias Teh Zakiyah, sentil prilaku dan mental oknum warga yang kerap mengaku miskin, saat ada program bantuan.
Hal itu diungkapkan Teh Zakiyah saat menggelar Reses tahap ke III di RW 02 dan RW 07, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, kemarin.
“Ketika ada orang bikin SKTM, cek ke rumahnya, betul tidak orang miskin. Jangan urusan bantuan, pengennya disebut miskin,” kata Zakiyah di hadapan warga.
Dirinya mendorong aparatur pemerintah setempat melakukan pengecekan secara langsung kondisi masyarakat.

“Ini penting dilakukan agar adil. Kasihan warga yang seharusnya mendapatkan bantuan, akhirnya tidak tersentuh. Dzalim nanti pemerintah kita karena tidak tepat sasaran,” tandasnya.

Menurut ustadzah pemilik Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor tersebut, rejeki itu bagaimana mindset (pola pikir, red) dan doa masing-masing.
“Apa yang kita ucapkan itu menjadi doa, Al Kalamu Doa. Jangan merasa paling miskin dan minta dibantu saat ada program bantuan, padahal punya motor, rumah tidak mengontrak, anak berkerja, suami kerja,” ujarnya disambut gelak tawa kaum ibu yang hadir dalam reses itu.
Ia juga menyoroti pendistribusian Program Keluarga Harapan (PKH) yang kerap diperebutkan dan menyebabkan problematika di lingkup RT dan RW.

Dalam dua sesi itu, Teh Zakiyah juga berkesempatan menjawab sejumlah keresahan masyarakat setempat dan menjadikannya sebagai upaya belanja masalah.
“Ini adalah ihtiar saya belanja masalah di tengah masyarakat. Selanjutnya akan saya perjuangkan di DPRD Kota Bogor,” pungkasnya. (bil)





















Discussion about this post