BOGOR – Proyek Jalan Tol Serpong–Bogor yang masuk dalam jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III, kini bersiap memasuki tahap konstruksi usai proses lelang dinyatakan rampung.
Proyek pembangunan Jalan Tol Serpong – Bogor via Parung yang merupakan lanjutan dari pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR III, bakal segera dimulai.
Tol Serpong – Bogor ini dimulai dari Junction Salabenda Bogor, dan berakhir di Serpong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Jalan tol yang akan menghubungkan kawasan Serpong di Kabupaten Tangerang, Banten, dengan Salabenda di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini tengah memasuki fase awal pelaksanaan pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa Pemkab Bogor berharap pengerjaan proyek ini dimulai dari sisi Serpong agar nantinya bisa langsung terintegrasi dengan jalan khusus tambang. Meski demikian, pihak pengembang justru mengusulkan untuk memulai pembangunan dari arah Salabenda.
“Kalau dari kami, idealnya dimulai dari Serpong, supaya akses jalan khusus tambang bisa langsung tersambung ke tol,” ujar Ajat saat mendampingi Bupati Bogor dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Parungpanjang.
Sementara itu, perwakilan dari PT Adhi Karya selaku pihak pengembang, Hanan Fitroni, menjelaskan bahwa ruas tol sepanjang 32,027 kilometer tersebut akan membentang melintasi dua provinsi dan dua kabupaten, yakni Kabupaten Tangerang di Banten dan Kabupaten Bogor di Jawa Barat.
Untuk wilayah Kabupaten Bogor, jalur tol akan melewati tiga kecamatan, yaitu Kemang, Ciseeng, dan Rumpin, dengan total 14 desa yang akan terdampak. Adapun di sisi Banten, hanya empat desa yang dilintasi proyek tersebut.
Tahapan awal proyek saat ini masih berfokus pada sosialisasi kepada masyarakat dan persiapan pembebasan lahan. Total lahan yang dibutuhkan mencapai sekitar 305 hektare, dengan sekitar 260 ribu meter persegi di antaranya berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Proses pengadaan lahan ditargetkan rampung pada 2025, diikuti dengan pembangunan fisik yang dijadwalkan berlangsung hingga 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun yang sama.
Jalan tol ini rencananya akan dilengkapi tiga simpang susun (interchange), yakni di kawasan Pondokudik Kemang, Putat Nutug Ciseeng, dan Rumpin.
Hanan menambahkan bahwa anggaran proyek, termasuk pembebasan lahan, masih dalam tahap kajian oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara itu, permohonan penetapan lokasi pembangunan juga sedang diajukan ke Gubernur.
“Begitu lokasi ditetapkan, maka tahap persiapan dan pengadaan tanah akan mulai dijalankan pada 2025,” ujarnya.
(Red)





















Discussion about this post