BOGOR- Puluhan mahasiswa HMI Kabupaten Bogor berunjuk rasa di depan Pemkab Bogor dan DPRD. Mereka menuntut penuntasan dugaan korupsi yang terjadi tanpa pandang bulu.
Pantauan di lapangan, unjuk rasa yang terjadi sempat diwarnai kericuhan antara petugas kepolisian, sejumlah massa terlihat adu fisik hingga berkejaran di jalanan.
Tak hanya itu sejumlah mahasiswa juga melalukan sweeping ruangan ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Berdasarkan hasil rekaman video ini aksi kericuhan terjadi di dua titik aksi massa mahasiswa HMI Kabupaten di kantor DPRD dan Pemkab Bogor, Senin sore (31/08/2026).
Awalnya kericuhan terjadi pada saat massa aksi akan membakar ban bekas di kawasan Jalan Tegar Beriman yang langsung diserbu sejumlah petugas dalmas Polres Bogor.
Sejumlah pengunjukrasa bahkan sempat ditangkapi petugas untuk dibawa ke markas Polres Bogor, namun sejumlah mahasiswa melawan.
Tak sampai disana, kericuhan juga terjadi saat sejumlah mahasiswa yang mundur justru merangsek ke depan kantor DPRD Kabupaten Bogor hingga sempat membuat petugas kepolisian terkecoh.
Mahasiswa pun akhirnya berhasil memasuki kantor DPRD Kabupaten Bogor untuk menemui langsung Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara. Namun aksi mereka gagal karena ketua DPRD tidak berada di tempat.
Dalam aksinya, Ketua HMI Bogor, Muhammad Rizki Munandar mengungkapkan aksi unjuk rasa mahasiswa ini dilakukan sebagai bentuk keprihatian atas dugaan korupsi yang marak di Pemkab Bogor.
Mahasiswa meminta komisi antirasuah tersebut bekerja lebih cepat dalam mengungkap dugaan korupsi di Pemkab Bogor.
“Kami ingin KPK lebih transparan karena yang baru dikeluarkan adalah sprindik Umum ya kenapa untuk wilayah Kabupaten Bogor tidak diberikan Sprindik khusus, kenapa seperti itu, jadi kami ingin KPK lebih transparan dan berintegritas,” tegasnya. (Zulfi Kusuma)





















Discussion about this post