• Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
No Result
View All Result
Home Bogor Pisan

Kasus Sengketa Lahan Warga Desa Sukaluyu Makin Ruwet, WALHI Akan Lakukan Investigasi

Kasus Sengketa Lahan Warga Desa Sukaluyu Makin Ruwet, WALHI Akan Lakukan Investigasi

Walhi akan melakukan investigasi terkait soal lahan di Tamnsari yang diduga diserobot oleh PT PMC

502
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR-Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat Wahyudin, meminta pemerintah untuk mengevaluasi Izin PT PMC karena diduga melakukan pelanggaran hukum terkait penguasaan lahan dan desakan masyarakat untuk audit menyeluruh.

Menurutnya, pelanggaran hukum PT PMC ditemukan tiga kecacatan hukum utama  yaitu tidak adanya master plan, ketiadaan dokumen lingkungan, dan aktivitas yang merusak lingkungan.

“Kami mendesak pemerintah untuk melakukan audit total, bukan sekadar evaluasi, guna menentukan kelayakan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) perusahaan PMC,” kata Wahyudin saat menggelar pertemu dengan warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/6/2026).

Wahyudin menegaskan, warga yang menjadi korban atas lahannya diperbolehkan mengajukan permohonan atau dukungan melalui form resmi yang sudah diatur ketentuannya, agar memiliki landasan hukum yang jelas dan tidak asal meminta tanda tangan.

BACAJUGA

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Pelestarian Lingkungan Jadi Komitmen yang Terus Dijalankan

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Pelestarian Lingkungan Jadi Komitmen yang Terus Dijalankan

3 Oktober 2026
Ketahuan Punya Klaster Mewah Buat Napi, Bangunan Samping Lapas Dibongkar, Buat Ngilangin Barbuk?

Ketahuan Punya Klaster Mewah Buat Napi, Bangunan Samping Lapas Dibongkar, Buat Ngilangin Barbuk?

30 September 2026
Tingkatkan Akses Perekonomian Warga,  Pemdes Ciadeg Betonisasi Jalan di Kampung Gembrong

Tingkatkan Akses Perekonomian Warga, Pemdes Ciadeg Betonisasi Jalan di Kampung Gembrong

30 September 2026
Pemkot Bogor Ubah Rencana Kebon Pedes: Underpass Dialihkan Jadi Flyover

Pemkot Bogor Ubah Rencana Kebon Pedes: Underpass Dialihkan Jadi Flyover

28 September 2026

“Ini biar keinginan warga kuat dari untuk berjuang, namun kekompakan masih terkendala oleh rasa takut dan intimidasi. Apalagi, terungkap adanya dugaan komunikasi antara pihak Desa dengan perwakilan dari Kementerian ATR/BPN (Kementerian Pertanahan) terkait permasalahan ini,” tegasnya.

Ia pun mengkritisi pemerintah yang dianggap kurang maksimal dalam melakukan fungsi evaluasi dan monitoring terhadap perusahaan yang tidak memanfaatkan lahan sesuai peruntukannya. Padahal, masyarakat memiliki hak turun-temurun atas tanah yang mereka kelola, meskipun secara administratif tanah tersebut saat ini dipercayakan kepada negara.

“Jika melihat berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria, perusahaan pemegang Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) wajib memberikan 20% dari total luas lahan kepada desa dan masyarakat dalam bentuk plasma. Sementara, lembaga yang diatur dalam Perpres baru yang berpotensi mengambil alih hak plasma rakyat jika masyarakat dan kepala desa tidak memahami aturan atau tidak memperjuangkan haknya,” ungkapnya.

Wahyudin menerangkan, konflik agraria rakyat seringkali dibungkam, ditakut-takuti, atau dibenturkan satu sama lain dalam upaya mempertahankan hak atas tanah.

“Makanya, Kepala Desa memiliki peran krusial untuk memperjuangkan hak desa dan warga. Jika kepala desa pasif, hak atas tanah tersebut berisiko hilang atau diambil alih oleh bank tanah,” imbuhnya.

Dijelaskannya, saat SHGB perusahaan akan berakhir, luas lahan yang diberikan kembali tidak akan sama. Contohnya, jika perusahaan mengelola 40 hektar, maka 10 hektar (sesuai aturan proporsi) harus dikelola oleh rakyat dan desa sebelum izin baru diberikan.

Oleh karenanya, Wahyudin akan melakukan observasi dan investigasi, terlebih karena adanya bukti pengelolaan lahan secara turun-temurun, seperti pada kasus Pak Ganda yang meneruskan pengelolaan lahan dari ayahnya.

“Kami akan melakukan investigasi dan disini masyarakat serta perangkat desa harus memahami aturan mengenai SHGB dan kewajiban plasma agar hak mereka tidak hilang saat proses perpanjangan izin perusahaan,” katanya.

Wahyudin mengatakan, meskipun ada upaya pembungkaman atau intimidasi dalam sengketa lahan, bukti penguasaan fisik tanah secara turun-temurun merupakan landasan kuat untuk menuntut hak.

Kehadiran organisasi pendamping (WALHI) dalam hal ini bertujuan untuk memberikan advokasi tanpa motif finansial, guna memastikan aturan dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Polemik yang sebenarnya terjadi di Desa Sukaluyu yaitu adanya sengketa lahan yang dianggap sebagai tanah negara. Kemudian, terdapat klaim penguasaan lahan oleh pihak swasta yakni Musika Candra seluas 154 hektar dan Peterplus seluas 45 hektar dari total luas lahan yang ada. Wajar kalau ada yang merasa haknya sebagai warga negara dilanggar,” ujarnya. (Risky )

Tags: kabupaten bogorPT PMCtamansaritanah garapanwalhi
Previous Post

Wajah Baru Hari Jadi Bogor ke-544 Jadi Magnet Ribuan Warga

Next Post

Miliki ODGJ Tertinggi, Bupati: Kemensos Siapkan Balai Sosial Bagi Kabupaten Bogor

Related Posts

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Pelestarian Lingkungan Jadi Komitmen yang Terus Dijalankan

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Pelestarian Lingkungan Jadi Komitmen yang Terus Dijalankan

3 Oktober 2026
0

BOGOR—WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan dan komitmen EIGER Nature dalam menjalankan upaya pelestarian lingkungan. Apresiasi tersebut disampaikan setelah WALHI Jawa...

Ketahuan Punya Klaster Mewah Buat Napi, Bangunan Samping Lapas Dibongkar, Buat Ngilangin Barbuk?

Ketahuan Punya Klaster Mewah Buat Napi, Bangunan Samping Lapas Dibongkar, Buat Ngilangin Barbuk?

30 September 2026
0

BOGOR-Usai ketahuan oleh ombudsman dan ramai diberitakan di media, akhirnya 10 bangunan dari 13 yang berdiri di lingkungan Lapas Kelas...

Tingkatkan Akses Perekonomian Warga,  Pemdes Ciadeg Betonisasi Jalan di Kampung Gembrong

Tingkatkan Akses Perekonomian Warga, Pemdes Ciadeg Betonisasi Jalan di Kampung Gembrong

30 September 2026
0

BOGOR- Pemerintah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong membangun infrastruktur dengan betonisasi jalan dan kelengkapannya di wilayah Kampung Gembrong RW 007 dari...

Pemkot Bogor Ubah Rencana Kebon Pedes: Underpass Dialihkan Jadi Flyover

Pemkot Bogor Ubah Rencana Kebon Pedes: Underpass Dialihkan Jadi Flyover

28 September 2026
0

KOTA BOGOR — Rencana penanganan perlintasan sebidang di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengalami perubahan signifikan. Konsep...

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

2 Mei 2023
Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

17 Februari 2024
Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

7 Juni 2023
Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

0
Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

0
Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

0
WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Pelestarian Lingkungan Jadi Komitmen yang Terus Dijalankan

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Pelestarian Lingkungan Jadi Komitmen yang Terus Dijalankan

3 Oktober 2026
Lantik PWI Jabar, KDM Ingatkan Ini kepada Insan Pers

Lantik PWI Jabar, KDM Ingatkan Ini kepada Insan Pers

2 Oktober 2026
Menteri LH Soroti Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature

Menteri LH Soroti Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature

1 Oktober 2026
BogorExpose.com

Selamat Datang di Bogorexpose.com,
Portal Berita yang dikelola oleh PT EKSPOSE MEDIA BERSAMA
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-0046015.AH.01.01.Tahun 2023

REDAKSI – HUBUNGI KAMI – PEDOMAN MEDIA CYBER

 

Copyright © 2023 BOGOREXPOSE.COM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah