BOGOR – Kolaborasi apik antara Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, dengan kepengurusan baru Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) selama enam bulan terakhir terbukti membuahkan hasil manis. Sinergi yang turut melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini sukses mempercepat penyelesaian berbagai masalah wilayah serta mendongkrak pembangunan lokal secara signifikan.
Lurah Empang, Saepudin Prayoga, mengungkapkan bahwa kehadiran Ketua LPM yang baru, Anun Suryana, memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban kerja pemerintah kelurahan, khususnya dalam aspek bimbingan masyarakat dan penyelesaian konflik di tingkat warga.
“Alhamdulillah, sampai enam bulan ini kita selalu bareng-bareng. Ketika ada kegiatan atau permasalahan yang melibatkan wilayah, kita selalu berkoordinasi untuk memecahkan solusinya bersama. Kehadiran LPM sangat meringankan tugas kami,” ujar Saepudin Prayoga saat diwawancarai langsung, Rabu (24/06).
Ke depan, Saepudin menegaskan bahwa fokus Kelurahan Empang tidak hanya terpaku pada program internal kelurahan, melainkan juga menyerap dan menyukseskan program-program bentukan instansi vertikal seperti Kepolisian dan TNI.
Sinergi ini diwujudkan lewat aksi turun langsung ke lapangan (turba) guna menyisir kebutuhan warga di tingkat RT dan RW. Ketika Babinsa atau Bhabinkamtibmas memiliki agenda kerja, pihak kelurahan dan LPM akan langsung mengawal agar program tersebut berjalan tepat sasaran.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan utama di Kelurahan Empang saat ini adalah optimalisasi Kelompok Tani Dewasa(KTD) Sirnasari yang berlokasi di wilayah Pancahapat RT 07/RW 04, Empang.
Program ketahanan pangan ini dinilai sangat produktif dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar. Beberapa capaian KTD Sirnasari di antaranya:
• Peternakan Kambing: Dimulai dari hanya 9 ekor kambing, saat ini jumlahnya telah berkembang biak pesat hingga mencapai lebih dari 30 ekor.
• Budidaya Ikan Nila: Menggunakan bantuan bibit yang diberikan sekitar dua tahun lalu, KTD Sirnasari kini telah berhasil melakukan panen mandiri sebanyak 3 kali dan budidayanya masih terus berjalan berkelanjutan.
• Pertanian Sayur & Palawija: Anggota KTD aktif menanam kebutuhan pangan harian mulai dari cabai, tomat, hingga jagung yang seluruhnya telah berhasil dipanen.
Menariknya, seluruh penggerak dan relawan di KTD Sirnasari ini murni merupakan warga asli setempat, mayoritas adalah penduduk RW 04 yang bergotong-royong merawat area tersebut.
Menutup wawancara, Lurah Empang Saepudin Prayoga berharap agar ritme kerja sama yang harmonis ini dapat terus dipertahankan. Baginya, kunci utama dalam mengelola wilayah yang padat seperti Kelurahan Empang adalah pembagian peran yang seimbang dengan lembaga kemitraan.
“Harapan kita tentu ingin wilayah Kelurahan Empang ini selalu kondusif. Dengan adanya sinergitas bersama jajaran kepengurusan LPM, penyelesaian masalah bisa digotong bersama-sama. Insya Allah, kami di kelurahan tidak akan terlalu terbebani jika semua pihak ikut peduli dan bergerak bersama,” pungkasnya.(zulfi)




















Discussion about this post